1Malaysia food festival reveals a 40-year Chinese land grabbing schemes in Malay areas – Morib oh Morib

Please drive through the coastal road from Banting to Bagan Lalang. Along the route you will see the outstanding work of Chinese turning the Malay predominant area into what is today’s Chinese land and property grabbing schemes.

The main purpose of these Chinese is to sell properties that they built, shadowing behind the most important thing in their obsession which is bringing in Chinese into Malay predominant living areas.

What do these people give in return?

A kuih Raya to old folks. And a small amount of land premium, taxes to Kuala Langat Municipality. All businesses and business conducted in the developments mean for the Chinese. The Malays are given jobs in the maintenance team such as cleaners of doors and glass windows, driving trolleys and cars of the Chinese masters. All the time when you entered the premises you would see Malay Selangor Jawa as guards.

That was all that the Malays get from the displacement of their native land to the Chinese’s hand along the coastal line. Kuih raya during hari raya. The Chinese get to drink beers, Calsberg and Heinekein at any time, day and night, swimming in pools built for themselves, snap photographs of young Chinese ladies clad in nearly half naked bikinis, built homes that were designed from the ruin of the Chinese Great Wall, urut konek when they like it, and; all the Malays get is a basket of kuih Raya, every year. Malay Jawa, you are a very cheap person, aren’t you?

40 Years in the making to turn the once Malay hinterland into Chinese areas. 40 years UMNO has been ripped off by the Chinese as it arose from the gathering in 1Malaysia last election. Eating foods in a great 1Malaysia festival, but slandering the Malays for the past 40 years. The same way they did in Morib and the region surrounding it.

Where do you want to hide, oii the Malay leaders. You are truly a stupid cow.

You had given these Chinese Tanjung Sepat New Village, now they take all Malay villages near them. Malay Jawa, you have been cheated by your own common enemy.

Kita juga berhak jatuhkan kerajaan Pulau Pinang, Selangor dan Kelantan dengan demostrasi jalanan.

Jikalau mereka boleh, kita pun boleh.

Semua manusia boleh buat apa orang lain boleh buat.

Cina boleh buat, Melayu boleh buat.

Ini negara demokrasi.

Ayuh, mereka juga melakukan penipuan pilahan raya.

Beribu rakyat negara Cina menjadi pengundi hantu di semua negeri yang di perintah pakatan terutama Pulau Pinang dan Selangor. Itu seperti yang di beritakan. Tak payah bukti, kita drmostrasi seperti mereka di seluruh tempat dalam negeri negeri tersebut.

Beribu rakyat Siam menjadi pengundi hantu di Kota Bharu.

Mereka telah lakukan maka wajib kita juga lakukan demostrasi seperti mereka.

Gerakan Youth chief Tan Keng Liang heats up over vernacular schools “not the problem”

Tan Keng Liang said the vernacular schools “not the problem” that caused the Chinese to vote en bloc against BN by voting DAP.

He said Dr Abdul Rahman’s opinion to abolish vernacular school was his personal opinion and had nothing to do with Barisan Nasional government.

“Not the problem” was also Mr Tan’s personal opinion as he is no longer serving the government in a ministerial capacity.

The problem arising from the school is that the school produced unpatriotic students and disloyal to the country.

For unity of rakyat, the school should be closed and the rakyat should go for one school system for all. Now.

Kehilangan para pemimpin berkelas tinggi apabila Kelantan membenarkan anak negeri mencari rezeki di luar Kelantan

Percaya atau tidak terdapat lebih 600,000 penduduk negeri Kelantan yang mencari rezeki di luar negeri dan menetap di negeri tumpangan mereka membantu menaikkan taraf ekonomi negeri tersebut. Dan kebanyakan mereka ini merupakan calang-calang manusia terdiri dari yang berbudi tinggi, kuat berkerja dan kuat beragama. Perpisahan mereka dengan negeri mereka telah memberi kesan negatif kepada politik dalam negeri Kelantan dimana hanya segelintir sahaja menceburi bidang politik di negeri itu. Walaupun demikian, perpisahan mereka dengan kaum kerabat dan sanak saudara serta ahli masyarakat setempat, menyebabkan penglibatan mereka dalam politik di Kelantan terbantut.

Ramainya para pemimpin politik semasa Kelantan yang didedahkan hanya dengan agama dan kekuatan politik hasil dari kepercayaan beragama tanpa pembaharuan dalam mengurus hasil dalam negeri keparas maksimum adalah terhasil dari pemisahan para cendikiawan yang berhijrah keluar negeri dan meninggalkan politik ditangan mereka yang tinggal di Kelantan.

Alhamdullilah, kita ada segelintir cendikiawan tempatan yang telah melihat kepeincangan itu dan walaupun kecil bilangan mereka, dengan menceburi politik di Kelantan ianya dapat memberi peluang kedua kepada rakyat Kelantan untuk memilih para cendikiawan dan professional rakyat Kelantan ini bagi membimbing mereka keluar dari kebuntuan mengerak ekonomi tempatan dari hanya berpolitik kerana agama kepada berpolitik untuk agama, bangsa dan kehidupan berkemasyarakatan yang lebih makmur.

Sayang sekali, dalam tempuh 40 tahun telah memberi peluang kepada para penghijrah melupakan negeri sendiri. Memakmurkan negeri orang seperti Selangor, dan lain-lain negeri, membuat para cendikiawan Kelantan melupakan negeri mereka setelah amat berjaya, dan saya amat sedih melihat betapa saudara dan saudari kita hidup terumbang ambing dengan polisi tidak mesra rakyat yang dilaksanakan oleh kerajaan negeri Kelantan sedikit pun tidak menjadi kesan besar dibenak mereka ini.

Tiada siapa diantara yang berkeliber diantara penghijrah ini ingin meninggalkan negeri tumpangan mereka dan kembali bermaustatin di negeri sendiri. Mereka sudah kaya raya, hidup didalam kesenangan bersama keseluruhan faciliti yang terbina disekeliling mereka, mempunyai harta yang besar, dan sudah tentu tidak akan kembali bersama sanak saudara atau ahli masyarakat kumpulan mereka sendiri.

Saya syorkan kepada kerajaan supaya kita mengambil jalan untuk mengambil peluang menyeru para cendikiawan ini pulang ke negeri sendiri dan membangunkan negeri mereka ketaraf seperti mereka lakukan di negeri negeri tumpangan mereka. Dengan adanya bilangan para cendikiawan dikalangan para pemimpin politik di Kelantan, kesan berpolitik kerana agama seperti yang berlaku sekarang ini akan dapat di nuetralkan kepada politik untuk agama, demi menaikan kesenambungan kehidupan ke alaf baru bagi semua kaum Melayu Kelantan khasnya dan para penduduk Kelantan yang lain amnya.

Two parties system that isn’t, still a cocky-many-parties-system

Hey this is to bring you about the news on a shadow cabinet that government wishes our “other party’ in the supposedly two-parties system in this country forms a proposed line-up.

Eventually when everybody sees it, this “the quickly drawn shadow cabinet’ made by PKR, the strongest politicized partner of the three parties  in our “two parties system’ offers a jitterbugging opposition among its own partners.

“This is ridiculous, we never talk and discuss about shadow cabinet” said one DAP’s strongman when most of its top politicians aren’t in the list.

“Forget about it yeah, after all shadow cabinet is workable in Britain and other developed countries, is not practice  in this part of nations, no in Thailand so why do we need to form it here?” a PKR leader lambasting his own henchman who might have drawn such a line up following Najib’s request to give the who-who in the opposition should the opposition rules.

The main problem with our  pack of opposition is that the whole lots are practically opposing  one another which may suit its own reputation as  opposition of this country.  In developed nations however the opposition have better credibility and most people can expect  a strong opposition cause that could work for the good of a nation and its people.

Another good reason for our pack of opposition parties when they are opposing to one another is when they could only agree on one political thing – “Sex is good for the politician’s health.”  Eventually all members in the pack become very quiet when they are in this state of mind and in this  activity but busy when they are squabbling to one another on other social political activities.

Our opposition parties can easily list down ministers in a shadow porn-cabinet. I believe they can do it, without even deep thinking or reading blue ocean.

“Good heh, old vs teen” Oppositions of Malaysian Politics

What’s actually happening in Syabas?,

Syabas is a private limited company with a capital of RM100 million. It’s main purpose of existence is to distribute clean water or treatment water to almost 7 million people in Selangor, Federal Territory and Putra Jaya.

According to the financial notes, its current liability is RM2.38 billion, and current asset at RM1.7 billion. Thus, it has a debt amounting to about RM700 million.

The major shareholder of  Syabas is Puncak Niaga Holdings Sdn Bhd,  owned by Tan Sri Razali Ismail. He is known as the treasurer of UMNO Selangor.

What Syabas does? According to Syabas website, the jobs they do are as follows:-

SYABAS operates and maintains:

A stretch of 24,604km water pipes that are made of mild steel, ductile iron, asbestos cement, HDPE, uPVC and cast iron ranging from 100mm to 2200mm diameter
1226 service reservoirs, tower reservoirs, and suction tanks>
444 booster pump stations
53,878 valves ranging from 100mm to 2200mm

Syabas responsibilities include supplying uninterrupted quality clean water to consumers. Apart from that, SYABAS performs periodical and regular maintenance of infrastructure and water-related assets, replacing aging pipes and water meters, offers excellent customer service, provides convenient payment methods to consumers and promotes consumer awareness on water-related issues to ensure the standard quality of life is sustained. SYABAS had to carry out a number of tasks when it took over the management of water supply of the state through the privatization process, which includes:

Assisting the State Government by taking over PUAS debts to the water treatment operators amounting to RM 2.4 billion;
To reduce high rate of Non Revenue Water which in January 2005 stood at 42.78%;
Replacement of at least 6,000 km of old pipes that needed replacement;
Cleaning of 1,100 reservoirs;
Investigating and assisting the authorities to prosecute water theft activities amounting to 6,000 cases recorded;
Improving existing poor customer service which had resulted in the loss of confidence to lodge reports to PUAS Berhad;
Collecting and digitising of main trunks, pipes and reservoirs which were non existence when SYABAS first took over. That is why during PUAS time the replacements of old and faulty assets were like groping in the dark;
In terms of supply, there is only about 8% of water reserve left for consumers’ usage which are not all fully distributable because of the poor pipeline interconnection to demand areas;
Uncollected bills amounting to lion have to be collected.

As informed publicly Syabas has failed to receive approvals from PUAS and Span in proposed expenditures of about RM2.04 billion which were instead given to do away with only RM330 million in 2005 – 2008 period and RM190 million in 2009 to 2010 period. In other words, Syabas couldn’t decrease the ratio of NRW greatly due to defective distribution pipelines or theirs appliances.

As a company that is profit motivated expenditures must be made with a reasonable return to cover both cost and profit, however, when prompt for an increase in water tariff for the improvement the state government who is also part of the Syabas by 30% refused to do so.

Water is categorized a utility project which by normal standard is provided free by the government, except for the cost of distribution. Before privatization the state water distribution was hold by a government department of which it had provided the government a revenue of hefty profit of RM50 million a year. As population has increased over the year to almost 7.5 million people, the Klang Valley water distribution becomes an enormous task for any distribution company.

Another point is that Syabas also needs to pay the treatment water for distribution from a company which is operating the treatment plants. Although the company which is operated by own subsidiary, Puncak Niaga Sdn Bhd, delay in collection for the distributed of treated water from users would force Syabas delaying payments to its subsidiary. Today as we were informed, payment for treated water was at about 40% of billing. Thus as informed Syabas has a large amount of debt, furthermore cost for repairs and NRW has reduced its income.

The state government however has a view of incompetency on the part of Syabas management which include their own staff. We are of the view however, cost of running the water asset is huge thus a lesser budget expenditure would certainly distribute to higher NRW.

Who is at fault when Selangor in the fringe of losing its water supply. Today the federal government has rejected Syabas’s request in water rationing and a whole holistic view is being undertaken to resolve the issue. Many analysts believe however the state government is using this issue as a political issue. The state is of the view that Syabas is a political vehicle of UMNO and the main issue brought up against Syabas is the CEO’s and key staff pay and salary which is unacceptable and waste of public fund.

Racial riots pictures wordwide ~ Why May 13?

Photos are in the public domain. Anybody can get access to the photos.

Berani menegakan kebenaran – ke kawasan musuh PJS 1.

Program anjuran Belia 4B, Petaling mengundang Zulkifli Nordin untuk berceramah dan telah di gertak pihak lawan dengan cara tidak bertemaddun.

Sebelum bercerita, saya ingin mengucapkan salam bahagia kepada penduduk Pangsapuri Blok-M, Taman Petaling Perdana, PJS1. Terutama kepada gangster berpakaian seperti penganut Islam PAS telah mencabar secara biadab terhadap Zulkifli dan pengurusi majlis ceramah pada malam itu.

Kawasan PJS 1 diwakili oleh PKR, Hanizar Talhar. Tidak pernah dengar apa dia buat untuk rakyat di kawasan ini.

Sebelum ini kawasan ini adalah sebuah kawasan setinggan yang terbesar Selatan Petaling Jaya. Di dalam pemerintahan BN, banyak tanah-tanah setinggan ini di bangunkan dengan rumah pangsa.

Dengan ada nya Lebuhraya Pantai, kawasan ini telah membangun dengan pembangunan baru termasuk rumah-rumah apartment separa mewah, kedai-kedai dan lain lain pembangunan untuk kepentingan penduduk.

Ianya juga di sambung secara strategik ke Subang Jaya dan Sunway, di mana terdapat pejabat dan pusat membeli belah bagi memberi peluang kepada penduduk tempatan ini mendapat pekerjaan di bandar-bandar tersebut.

Subang Jaya pula di wakili oleh DAP dan manakala Seri Setia pula di wakili oleh PKR.

Ramai penduduk di sini merupakan penduduk bertaraf miskin dan terdiri dari kaum India dan Melayu. Juga kawasan ini menarik ramai kaum pendatang haram mendiami kerana sewa murah. Corak kehidupan penduduk di sini mengambarkan satu kehidupan yang tertekan dengan berbagai isu masaalah sosial, termasuk isu jalan raya sempit, kecurian, pelacuran, perjudian, rampasan tanah oleh pemaju, ruang yang sempit yang menyempitkan fikiran, dan lain-lain lagi. Ini kerana terdapat perbezaan ketara di dalam corak kehidupan di sini dengan lain-lain penempatan atau bandar yang berdekatan seperti Subang Jaya.

Dari lagak mereka yang menyerbu Zulkifli semasa ceramah tersebut adalah perlakuan seorang penduduk yang telah tertekan dengan kekecewaan dari masaalah sosial yang di hadapi beliau dalam kawasan slum bandar. Ramai di antara mereka  adalah dari kumpulan yang tidak mempunyai pelajaran tinggi dan pekerjaan bertaraf rendah. Perkara ini sangat berbeza dengan penduduk Cina dan Melayu di Subang Jaya yang rata-rata hidup di dalam kemewahan. Ramai di antara mereka juga tidak tahu menulis dan membaca dengan fasih.

Manakala wakil rakyat mereka pula tidak pernah di lihat menyuarakan atau menyempurnakan kerenah mereka kepada pihak tertinggi kerajaan dan keadaan ini amat berbeza semasa BN memerintah. Di mana semasa itu kesemua kawasan slum di bangunkan dengan skim pemindahan setinggan yang berjaya membangunkan penempatan mampu milik untuk rakyat termiskin.

Siapa mampu menyediakan penempatan yang berjaya?.

Bersih dari jenayah sosial seperti ragut, pergaduhan kaum, kegiatan pelacuran, perjudian, tekanan dari penjenayah agama, dan lain lain lagi dan sudah tentu nya menjadi kerumitan besar kepada parti PKR yang tidak berpengalaman dalam soal ini sehingga suara mereka terus sunyi sepi tanpa bunyi.

Tindakan Zulkifi Nordin adalah satu keberanian menjual semangat bekas setinggan untuk berdaya maju dari terus di tipu oleh PKR.

Syabas Zulkifi, berani untuk menolong orang miskin seperti kumpulan ini.

PS. Cara baik hendak tolong orang macam gangster tu adalah dengan ikut cara Nik Aziz, iaitu main buat tipu bodoh, sembahyang dalam lift Blok M.

Good bye PTPTN, no more for Unisel.

Hendak sangat, ambik ler!!!!!!

When Annuar Ibrahim as informed through media said students shouldn’t pay their study loans made from PTPTN, a quick response from the authority the said loans are no longer available for Pakatan’s Unisel, the university runs by the opposition in Selangor beginning next semester.

This is a decision we want, a quick and fast decision to tell the people of this country that you should always do what you say, walk the talk.  Last month all opposition parties agreed to dispel loans from PTPTN , carried out a street demonstration in Dataran Merdeka requesting for free education in higher learning institutions and that PTPTN should be abolished.

Once removed from Unisel, Cheif Minister of the opposition party PKR has a quick response and says PTPTN should remain available as students at the university are from Kelantan, Trengganu and other less developed states, and aren’t well-financed by their poor families. The main reason behind this isn’t  the students affordability to study at the university, but I think his main concern is  profitability of the campus, which is now be affected by lesser numbers of students.

A university requires huge sums of money otherwise performance of the whole degrees run by the university will be affected thus reducing the education standard that is required of it.

Selangor Chief Minister now should know how well he can outdo his own leaders in Pakatan as he is also akin to the opposition’s requesting to abolish PTPTN and went for a free education in the higher learning. Don’t take back your word, please.

Wow, cow mee tang yang memerintah Selangor, patut lah document kerajaan di musnahkan.

Dulu duduk dalam hutan.

Sekarang didalam ofis kerajaan.

Dulu Polis cari dan tembak.

Sekarang Polis jaga dia dalam ofis.

Bila hendak kalah.

Bakar semua dokument penting kerajaan.

Siapa pilih komunis ni weh?

Fahaman melawan Allah

English: Dusk at the Sultan Omar Ali Saifuddin...

Image via Wikipedia

Bila semua umat Islam, Melayu dan lain bangsa di dunia, menentang kerajaan Israel kerana kekejaman mereka kepada umat Palestin, ada saorang Melayu yang menjadi manusia pertama dari negara ini yang akan mempertahankan keselamatan dan kewujuban negara Israel.

Dengan penglibatan beliau diatas usul untuk mempertahankan negara Israel beliau merupakan saorang Melayu (Islam kah?) yang pertama dari negara ini yang terang terang menjadi musuh Allah.

Siapa kah musuh Allah itu dari Malaysia?. Dia adalah ketua pembangkang yang terdiri dari parti parti politik kafir iaitu, PKR, DAP dan PAS.

Mengapa PKR itu satu parti jelmaan orang orang kafir laknatullah?.

Pertama nya mereka telah menyorok fahaman plurailisme di dalam beragama di negara ini.

Mereka telah menterjemahkan fahaman hak asasi manusia didalam gerakan gay, lesbian dan transexual supaya diterima pakai oleh semua umat Melayu.

Mereka telah menterjemahkan kesungguhan mereka untuk menyamaratakan agama Islam dengan agama agama lain di negara ini.

Mereka telah memporakperandakan keharmonian kaum dengan mencabul kehormatan kaum Melayu didalam semua aspek kemasyarakatan terutama keatas institusi agama, institusi raja raja yang telah lama mempertahankan agama Islam di Malaysia.

Sesungguh nya mereka ini adalah musuh Allah yang amat nyata.

Tetapi, mengapa PAS juga parti kafir, bukan kah PAS itu parti Islam?.

Betul, PAS sebuah parti Islam. Tetapi, semenjak 3 tahun ini di Selangor PAS adalah sebuah parti kafir. Dan PAS Selangor adalah sebuah parti yang telah menjadi musuh Allah.

Kenapa begitu?.

Kerana PAS telah bersubahat dengan rakan mereka dari parti kafir membina empayar yang melanggar sunnah Allah.

PAS berdiam diri dengan kemusnahan akidah umat Melayu dengan membenarkan rakan mereka membuka beribu ribu rumah urut di Selangor, berdiam diri setelah kaum kerabat rakan kongsi mereka melacurkan agama Islam hanya untuk undi.

PAS membenarkan perkataan Allah diguna pakai oleh semua agama.

PAS membenarkan orang Melayu di murtadkan.

PAS sokong gay dan Lesbian.

Terkini PAS mungkin bersetuju untuk mempertahankan keselamatan negara Israel.

Jadi kesimpulan dari perkara yang jelas diatas.

PAS adalah sebuah parti orang kafir, orang orang yang di laknat oleh Allah serta menjadi musuh Allah yang amat nyata, kepada umat Melayu dan semua Muslim di Selangor dan juga di Malaysia termasuk Sabah dan Serawak.

Bukan kah DAP sebuah parti untuk semua kaum dan agama?

DAP semenangnya sebuah parti yang di laknat oleh Allah dan menjadi musuh Allah dari dulu hingga sekarang. Pertama nya mereka menjadi kan PAS sebagai hamba abdi, dan mereka menyusup kedalam hati naluri Melayu melalui tipu helah yang amat nyata bagi menjatuhkan fahaman Islam, Melayu dan Raja Raja.

Dan apabila institusi Raja Raja yang telah menjadi nadi mengawal agama Islam di negara ini cuba diruntuhkan, maka dengan jelas, mereka itu musuh Alllah yang nyata.

Kesimpulannya: Kita telah dipengaruhi oleh fahaman laknatullah dari “Anwarinas” kedalam semua institusi masyarakat, parti parti politik, cara hidup dan budaya, dan ini adalah bahaya yang amat besar kepada umat Islam dan ahli masyarakat di Malaysia kerana grombolan ini akan membawa kepada kehancuran.

Berjaga jaga dari terus menjadi kawan kepada musuh Allah yang amat nyata. Ingat lah di akhir zaman umat Muhamad akan didatangi oleh rakan rakan yang merupakan musuh musuh Islam dan musuh Allah yang amat nyata. Dan zaman itu adalah sekarang ini.

REIT, PKNS dan peniaga Melayu

The Kota Darul Ehsan arch, bordering the Kuala...

Image via Wikipedia

Sekarang ini kita telah diberitakan bagaimana PKNS telah berjinak dengan REIT dan mengadakan pakatan perniagaan dengan Amanah Raya REIT supaya harta itu di laburkan kedalam pasaran pelaburan awam melalui REIT. Penjelasan jalan cerita dimana dan bagaimana PKNS berniaga didalam pasaran hartanah REIT tidak begitu jelas buat masa ini, walaubagaimana pun kita akan cuba membuat analisis dengan mengunakan pengetahuan bagi membincang isu ini.

Seperti dinyatakan oleh PKNS, mereka telah mengunakan tiga aset perniagaan mereka di Shah Alam bernilai RM200 juta dan mengabungkan harta itu dengan lapan harta atau aset Amanah REIT yang terletak di Subang Jaya dan lain lain kawasan luar Kuala Lumpur. Harta Amanah REIT adalah harta perdagangan termasuk ruang pejabat dan ruang perniagaan. Jumlah nilai dana harta itu tidak diberitahu. Dengan pengabungan ini PKNS akan memegang sejumlah 30% dari kesemua pelaburan REIt itu. Secara kasar, 30% adalah nilai pelaburan didalam keseluruhan REIT (11 hartanah) dan jumlah nilai pelaburan untuk 30% itu adalah RM200 juta. Dengan itu pelaburan penuh dana REIT 11 hartanah itu dianggarkan berjumlah RM660 juta, satu pelaburan hartanah yang dikira kecil memandangkan PKNS mempunyai aset melebihi RM4 billion ringgit.

Mengapa perlu memikirkan pelaburan yang kecil dimasa ini jikalau tidak kerana politik. Kemungkinan ini bertujuan untuk mendapat kemenangan politik kaum dimana kaum atau lain lain bangsa terutama peniaga Cina dengan tindakan itu dapat mencengkam kemudahan lokasi perniagaan strategik di Shah Alam kepada kaum mereka. Sudah tentu ini adalah salah satu perancangan rapi politik parti DAP supaya kaum mereka dilihat telah berjaya memecah kekuatan peniaga Melayu di Shah Alam tanpa disedari oleh sesiapa pun memandangkan jumlah pelaburan itu adalah dalam jumlah yang amat kecil. Walaupun demikian kemenangan ini dikira satu kemenangan politik Cina dan dikira sebagai kemenangan politik mereka yang amat besar bagi mendapat sokongan berterusan semasa PRU 13 nanti.

Samaada PKNS dengan desakan pakatan ingin membenarkan berbagai kaum berniaga di kawasan yang telah dikenali sebagai tempat berniaga kaum Melayu, kita semua tidak tahu. Peluang perniagaan di Shah Alam telah di pelopori oleh kaum Bumiputera semenjak BN memerintah, dan setelah pakatan memerintah mereka cuba untuk memberi peluang besar kepada kaum Cina dan disini peranan DAP dalam menuntut hak kaum mereka mungkin telah dibuat dengan desakan secara diam.

Dengan aset RM4 billion, PKNS boleh memulakan dana pelaburan hartanah mereka sendiri tanpa perlu sesiapa pun dan terus mengembelingkan kuasa ekonomi kaum Melayu didalam kepincangan enviroment perniagaan di Malaysia, terutama kepada hak kaum Melayu untuk berniaga tanpa halangan monopoli yang dipelopori oleh kaum Cina.

PKNS telah berpuluh puluh tahun menjalankan perniagaan mengawal bangunan dan sudah tentu mereka mempunyai kepakaran didalam pengurusan hartanah. Manakala asal usul PKNS adalah untuk membantu rakyat Melayu Selangor didalam mewarisi tempat perniagaan dikawasan bandar yang kuat di pegang oleh kaum Cina. Kepakaran PKNS selama ini telah membantu ramai golongan peniaga Melayu berniaga didalam enviroment yang tidak memihak kepada mereka.

Manakala Amanah REIt adalah sebuah organisasi komersial yang beroperasi megikut amalan pasaran terbuka dimana segala perubahan keatas aset itu mestilah dilakukan dengan pandangan keuntungan komersial mengambil kira kepentingan para pelabur yang terdiri dari semua kaum.

Sekiranya aset PKNS itu diubahsuai bagi memperelokkan strukture bangunan maka pulangan kepada kos pengubahasuaian itu harus di pandang sebagai satu pelaburan yang harus dikembalikan kepada “trust fund” dengan pulangan yang munasabah.

Ini bermakna, sewa akan dinaikan dan penyewa akan dibebankan dengan kadar sewa baru.

Sekiranya ini berlaku, peniaga Melayu yang berniaga didalam pasaran ekonomi berat sebelah, (atau ekonomi ditekan oleh peniaga majoriti Cina) akan mengalami kemerosotan pulangan pelaburan mereka.

Oleh kerana Amanah REIt sebuah organisasi terbuka, ketidakupayaan para penyewa peniaga orang Melayu tidak menghalang mereka menawar ruang niaga kepada orang lain di pasaran terbuka, oleh yang demikian peniaga Cina dan lain lain bangsa akan mempunyai peluang untuk mengambil alih tempat berniaga tersebut dan menutup peluang perniagaan para peniaga bangsa Melayu.

Ini lah yang dikuatiri oleh ramai peniaga Melayu yang diluahkan kepada orang ramai melalui blog dan media lain.

Macam macam peraturan telah dibuat oleh kerajaan bagi menentukan bahawa orang Melayu juga berhak untuk berniaga. Tetapi sikap peniaga Cina yang berkongsi rapat bagi mengelak kemajuan peniaga Melayu dengan mengunakan ekonomi pasaran terbuka tidak memberi keuntungan besar kepada keadilan keatas hak kaum peniaga Melayu secara menyeluruh.

Kedai 1 Malaysia telah ditentang oleh kaum peniaga Cina sedangkan terdapat dipasaran terbuka barangan yang dijual lebih rendah dari kumpulan mereka.

PKNS sepatut melihat isu ini dan mengunakan dana dan aset mereka untuk memulakan pelaburan REIT mereka sendiri tanpa perlu bergantung kepada Amanah REIt. Sudah tentu sekiranya mereka memilih untuk bergabung dengan Amanah REIt yuran mengurus dan pengurusan hartanah itu jatuh ketangan Amanah REIt dengan bayaran yang mungkin tidak memihak kepada PKNS, dan sudah tentu para pekerja pengurusan hartanah PKNS akan diberhentikan kerja.

Peluang perniagaan REIt khas untuk kaum Melayu Selangor telah dikomersialkan tanpa mengambil kira peluang besar itu bagi mengembelingkan keupayaan umat Melayu Selangor memajukan diri mereka.

Who cares, it’s my house, I can do whatever I want.

New housing estate at Elrick. New housing esta...

Image via Wikipedia

If you go around the middle and the lower groups’ housing estates, you definitely will find extensive renovations that mess up the whole schemes.

Extending own house using materials and colors that do not fit well into serenity of the whole scheme may become a major cause for the property to keep up with a supposedly uprising market value of today. Owner-occupiers who are sharing the area are not only facing disturbance but also facing similar downgrading of their key investments.

Therefore, it becomes a necessity for owners to plan a proper extension over their houses as not to affect others who share a similar environment. It is the time for an environmental friendly neighborhood, which sustains green environment and generates a healthy living standard among people of this great nation. It is also the time local councils keep up to the promises made in the by-law, those who offend are punishable, and unqualified extensions be removed.

Jangan halang kami, tiada umph buat kerja dalam tandas – Menteri Besar Selangor

Kita diajak oleh kaum serigala tua merusoh dan merogol kedamaian.

“Macam buat kerja dalam tandas, tiada umph, usah sekat suara hati kemaraan rakyat untuk merogol diluar tandas” serba sedikit kiasan yang saya faham dari kata-kata MB Selangor mengenai ajakan parti PKR merusuh di ibukota pada 9 hb Julai 2011.

Sememangnya mereka yang buat kerja sedap sedap dalam tandas sangat teringgin untuk melakukan perkara sama diluar tandas.

Dan itu lah kelohan mereka ini untuk mengalakkan orang ramai melanggar undang-undang negara merogol rakyat yang tidak berdosa diluar sana pada hari tersebut.

Berlainan di Mesir, Yamen, Tunisia, dan Libya, dimana mereka yang mengadakan laungan untuk berdemostrasi adalah dari golongan orang muda-muda yang tiada kerja atau tiada peluang ekonomi yang luas, di Malaysia laungan itu datang dari kaum tua-tua, Ambiga (pesara tak der kerja), Mat Sapu (dah monopaus), Annuar Ibrahim, One Azizah, Khalid Ibrahim dan seumur dengan mereka mengajak rakyat berdemostrasi kerana mereka tidak ada kerja dan tidak akan dapat peluang ekonomi yang luas sekiranya mereka ini kalah didalam PRU 13 nanti. 

Sungguh kita akan dirogol hidup-hidup oleh kaum tua-tua yang sedang dan sudah monopous. Jelas disini itu lah rancangan mereka. Untuk kembali mendapat peluang pekerjaan sebagai ahli politik menbantai duit gaji dari kita supaya mereka dapat merampas tanah-tanah, opsyen-opsyen ekonomi, endowments, dan lain-lain keuntungan ekonomi dengan menjadi pemerintah sebuah negara yang makmur selepas PRU 13 nanti. 

Itu tujuan mereka. Dan, sekiranya kita berminat untuk berperang dengan golongan seperti ini, saya suka menyesorkan, kita boleh buat begitu kerana agama kita membenarkan berperang dengan orang-orang yang mementingkan diri sendiri, orang-orang munafik, orang yang tidak mengamalkan kedamaian antara kaum, sah dan tidak haram bagi kita melawan mereka bermati-matian, dengan mengunakan segala pensenjataan moden atau traditional yang ada didalam tangan kita. Ayuh mari kita berperang sungguh sungguh. Mati menegak kebenaran adalah mati syahid. Ini lah peluang kita untuk menunjukkan keberanian seperti kita bermatian-matian melawan komunis, askar Jepun, gangster ekonomi Malaysia dan gangster Malaya.

Salam hormat kepada pengempur kafirun.

Kan dah kata, “hujan tidak membawa rahmat” menyedihkan adalah, anak yatim tertimbus.

Hujan tidak bawa rahmat lagi.

Baru post satu topik tentang orang-orang munafiq di Malaysia.

Petang ini ada hujan dan terus tanah menimbuskan penghuni rumah anak yatim di Hulu Langgat.

Baca disini. Dan disini. Atau disini.

Mat Ell #eekaawordpresscom

A student is what a teacher gives.

HAPPY Teacher Day.

Eekaa #eekaawordpresscom

Penyedian “Infrastructure” dari BN dikawasan bandar memewahkan penduduk dan pelabur

General Ho & Tsing [with unidentified Chinese ...

Image by State Library of New South Wales collection via Flickr

MCA dan Gerakan bertungkus lumus merealisasikan keinginan para penduduk Cina dikawasan-kawasan bandar dengan memberi “pandangan dan syor” semasa didalam gabungan parti BN supaya “infrastructure” di tambahbaik mengikut selera para penduduk serta para pelabur disemua kawasan bandar, termasuk menyediakan jalan pintas dan segala bentuk kemudahan awam lain seperti LRT, jambatan terpanjang dan stesesn bas, dan menyediakan pelan susunatur yang menarik bagi kemewahan penduduk bandar, dan lain-lain lagi.

Seperti lazim didalam sesuatu perbincangan didalam urusan politik pembangunan, suara-suara besar dari mereka yang menduduki kawasan bandar menentukan hala tuju pembelanjaan kerajaan. Dan disinilah peranan MCA dan Gerakan mengunakan peruntukan besar wang awam bagi memewahkan penduduk dan para pekerja yang menjalankan kerja-kerja pembangunan yang kebanyakannya dari kalangan kaum mereka.

Kenaikan mendadak purata sewa bangunan dan nilaian hartanah disemua kawasan yang diperbarui itu melambakkan nilai harta dan kewangan para pelabur dan penduduk kaum Cina. Sesetengah kawasan perumahan mewah seperti Bangsar mencapai nilai sewa RM25,000 sebulan, kenaikan mendadak dalam tempuh 3 tahun sebanyak 60%.  Nilai sewa semasa didalam kawasan pembangunan yang didiami kaum Cina atau dipegang oleh kaum mereka bagi tujuan pelaburan mencecah RM7.00 sekaki persegi sebulan, yang mana sebelum ini nilai ini adalah paras nilai sewa bagi sebuah pegangan kommersial.

Pegangan hartanah (vacant) bertujuan untuk digunakan bagi kegunaan kediaman dijual dari RM560 sekaki persegi, bertambah lebih 50% didalam sesuatu kawasan yang menerima tempias kemasan “syor dan pendapat” yang dibuat oleh kaum Cina MCA dan Gerakan semasa didalam BN. Manakala pegangan hartanah kosong dikawasan perdagangan mencecah RM2,000 sekaki persegi. Sepuluh tahun dahulu data itu menunjukan pada skala RM85 di Bangsar  dan RM390 di Kuala Lumpur. Siapa untung dan siapa yang menolak BN sekarang? Hantu Mak Limah ke atau hantu jerangkong?

Kemarahan Melayu kepada UMNO timbul kerana banyak perkara yang disyorkan telah menguntungkan kaum CINA dan dimana kah UMNO didalam memperkasakan Melayu. Dan Sekarang, setelah kemajuan dan kemewahan dicapai oleh kaum CINA di kawasan bandar, mereka menolak BN. Dimana kah hasil permufakatan itu, mufakat untuk membangunkan siapa? Ramai Melayu kecewa. “Kepala hotak” nya permufakatan dan kita Melayu ditipu kiri kanan, politik bingai apa ker jadah ni?

Siapa kah yang menipu UMNO;  DAP ? atau MCA atau Gerakan?. Atau, adakah kaum mereka mempunyai pakatan “mafia” supaya kaum mereka boleh menipu UMNO Melayu didalam kerajaan?. Jikalau sekiranya cara hidup kebanyakan kaum mereka ini melibatkan gerakan haram, tidak mustahil pergerakan haram mereka juga didalam pakatan BN boleh terjadi.

Jadi, bagaimana kita harus buat. Tanya saya lain kali ok.

Sinbab #eekaawordpresscom

Syabas Polis DiRaja Malaysia

Front quarter view of a first generation, firs...

Kereta peronda Polis Di Raja Malaysia (Image via Wikipedia)

Saya, anak bekas anggota Polis Di Raja Malaysia, ingin mengucapkan syabas kepada angkatan Polis Di Raja Malaysia kerana telah mendekati rakyat dengan daya usaha murni mereka meletakkan para pegawai Polis di merata tempat di dalam kawasan perumahan di Selangor.

“Saya berasa seperti hidup zaman kecil kecil dahulu kala, balik rumah dalam  berek polis, bertemu dan bersua dengan anggota polis setiap hari, amat mesra dan tidak ada prasangka buruk di antara kami dengan anggota polis lagi. Mereka adalah seperti ahli keluarga kami sendiri, seolah-olah kami hidup bersama di dalam kawasan berek ,” kata kawan baik saya,  anak kepada bekas anggota Polis Hutan Batalion Sebelas,  Pengkalan Cepa, semasa kami minum minum teh tarik semalam.

“Dahulu kami bermain bola dengan pak cik dan abang abang Polis dan mengangkat berat di jim bersama Koperal Dollah, salah seorang peserta bina badan pasukan Batalion Sebelas.

Kini, kemesraan itu terpancar bila bertemu anggota polis berbadan besar ditepi jalan di bawah payung payung, mengingati kemesraan Koperal Dollah yang berbadan gempal seperti beliau tetapi baik hati itu” sambung kawan saya.

“Kemesraan yang dipamirkan oleh pihak Polis Di Raja Malaysia diharap dapat menghubungkan rakyat jelata seperti kami semasa kecil dahulu kala, dengan sebahagian besar penduduk berbagai kaum di kawasan perumahan ini. Sebenarnya kita sebagai rakyat Malaysia bertuah bernaung di bawah kerajaan yang perihatin dengan masallah rakyat” sambung dia lagi sebelum kami berpisah.

Saya selalu mengangkat tangan dan tabik hurmat kepada semua para anggota polis semasa bertemu di kawasan perumahan ini, seolah-olah saya baru balik dari sekolah ke rumah saya di kemp Batalion Sebelas dahulu. Kami menjadi kawan baik seperti pengalaman saya semasa kecil.  Mungkin, satu hari nanti kami akan bermain bola dan ke jim angkat berat bina badan bersama dengan anggota Polis di kawasan ini.

Syabas, saya teruja dengan keadaan ini.

Mat Ell #eekaawodpresscom.

PAS gertak Mubarak ambil MC – Ha ha ha, kah kah kah.

Hosni Mubarak 2003

NGO pro PR & PAS minta Mubarak MC, la biar betul, ini kerja sewel, tengok muka dia ni Hosni Mubarak tentu dia takut kat hangpa ya! Ha ha ha, Kah kah kah: (Image via Wikipedia)

Aku tak faham PAS dan NGO pro PR yang mengadakan protes di pejabat Embassy Mesir di Kuala Lumpur semalam. Tengok disini.

Sepatut protes itu di buat di depan ofis TG Nik Aziz, di Kota Bahru, kerana beliau sudah lama memerintah tetapi tidak buat apa apa selain bagi “fatwas”. Aku bubuh “s” sebab plural, terlampau banyak.

Engkau orang gila insing ke, dia orang Arab, dia orang tahu lah macam mana hendak dibuat, hang masuk campur tu tujuan apa?

Hendak kata engkau itu Islam ke?. Ala, kalau doa macam engkau orang buat di Tenang tu, bikin malu Islam kamu sahaja. Islam apa benda tu. Dia orang orang Arab tidak pakai jubah pun, engkau orang ingat berjubah disini orang Arab ikut kata engkau orang kah?

Jikalau dah Islam korup, macam engkau orang juga, lambat laung di perlingkupkan oleh orang ramai. Perbetul kan lah Islam kamu tu, berkawan lah dengan DAP ajar dia orang basuh berak macam mana. Jangan ajar jelit jelit sahaja, ok.

Baru lah betul, engkau orang semua ini macam ketam lah, nak ajar orang awak sendiri jalan senget.

Malu malu, geng PAS jenis tidur atas jalan raya, mak oii, sudah silap parti lah komer semua, baik buat parti pinggan mangkuk, jual ubat penggeras – ada juga  hasil nya.

Mat Ell # eekaawordpresscom

PAS Baru Tahu Penyembah Batu Menang

Kingdom of Heaven

Musuh Islam adalah orang kafir sejak beribu tahun lagi, jadi pandai pandai lah mencari kawan. Belajar dengan UMNO. Image via Wikipedia

Orang berkata berkawan pilih pilih, musuh jangan dicari. Kalau sudah berkawan dan tiba tiba menjadi musuh, maka jangan marahkan orang lain, marah lah diri sendiri. Buat baik berpada pada buat jahat jangan sekali. Budi yang baik dikenang jua. Dimana budi DAP?

Ini adalah kerana berkawan dengan orang jahil dan tidak menghormati agama Islam sememangnya akan menjadi masaalah sampai hari kiamat. Jadi berhati hati lah.

Pengalaman parti UMNO berkawan dengan MIC, MCA dan lain lain sebenarnya didengki oleh ulamak PAS. Sebab, ilmu ini tiada dikalangan orang PAS pantai timur.

Pertelingkahan di antara Encik Rohnie Liu dengan Datuk Hasssan Mohamed Ali kedua dua nya adalah Exco kerajaan negeri Selangor berkenaan larangan keatas umat Islam berkerja di tempat tempat menyediakan minuman keras, bersimpul dari dua perkara utama, iaitu;

  • Satu adalah kerana mereka tidak boleh berkawan. Islam dengan bukan Islam, jauh api dengan para.
  • Satu lagi kerana kekuatan kuasa politik. PAS kecil bilangan dan DAP besar. Ingat ini.

Perlanggaran dasar pemerintahan ini amat jelas di dalam Pakatan Rakyat. Walaupun Datuk Nik Aziz berpendapat DAP akan mendekati Islam secara lebih dekat sekira nya PAS berkawan baik dengan DAP sebagai rakan kongsi PR, perbalahan seperti ini akan tetap berlaku sampai kiamat.

Bagi DAP kuasa politik adalah segala segala nya. Agama tidak penting bagi mereka kerana Islam itu adalah agama orang Melayu, bukan orang Cina.

Jadi dimana kah kemanafaatan pengksongsian kuasa poltik PAS dengan DAP didalam isu isu agama?

Ini lah silapnya bila kuasa politik dibenarkan kepada sebuah parti yang ingkar keatas agama Islam dari awal lagi. Mereka akan ingkar terhadap agama Islam itu sampai kiamat.

Datuk Nik Aziz sudah membuat kesilapan besar kerana PAS diherdik sedemikian rupa serta perbalahan asas agama seperti ini akan tetap berlaku selagi PAS dan DAP tidak sehaluan.

Saya melihat Datuk Hassan Mohamed Ali mempunyai keberanian politik yang tinggi didalam isu ini apabila menentang keputusan Encik Rohnie Liu. Saya ucapkan syabas kepada beliau.

Walaupun kerajaan MB Tan Sri Khalid telah mengambil jalan tengah dengan menawar sebuah tabung kewangan bagi membantu para pekerja Melayu diberhentikan sebenarnya ini tidak menjadi isu, yang menjadi isu besar adalah keputusan dibuat berdasarkan kuasa politik oleh DAP dan dilihat secara khusus bertujuan meliberalkan undang undang agama Islam di Selangor.

Hancur Islam kerana ulamak PAS ingin berbaik baik dengan kaum Cina yang telah tinggal 100 tahun di Malaysia tetapi masih tidak mengerti dan faham bahasa dan agama negara ini. Sembahyang politik PAS tidak akan meyelamatkan agama mereka lagi. Penyembah batu dan besi akan menentukan prinsip kuasa politik dan tiada agenda khas keatas kegunaan agama Islam di Malaysia.